Analisis Gaya Bahasa dalam Cerpen “Saksi Mata” karya Seno Gumira Ajidarma
Analisis Gaya Bahasa dalam Cerpen “Saksi Mata” karya Seno Gumira Ajidarma
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa yang digunakan Seno Gumira Ajidarma dalam cerpen “Saksi Mata” serta mengungkapkan makna dan fungsi estetik yang terkandung di dalamnya. Pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Data penelitian berupa kutipan teks yang mengandung unsur gaya bahasa dalam cerpen “Saksi Mata” yang diterbitkan tahun 1994. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan membaca, menandai, dan mengelompokkan unsur kebahasaan yang relevan berdasarkan teori stilistika.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Seno Gumira Ajidarma menggunakan beragam bentuk gaya bahasa untuk memperkuat pesan moral dan kemanusiaan sekaligus mengkritik praktik kekerasan dan ketidakadilan sosial. Dalam cerpen “Saksi Mata”, terdapat lima jenis gaya bahasa yang dominan, yaitu simbolik, ironi, hiperbola, repetisi, serta dialogis-satirik. Gaya bahasa simbolik menggambarkan hilangnya nilai kebenaran dan keadilan; ironi berfungsi sebagai sindiran terhadap ketimpangan sistem hukum; hiperbola digunakan untuk menegaskan kedalaman tragedi kemanusiaan; repetisi memperlihatkan pengulangan yang menciptakan kesan absurditas; sementara gaya dialogis-satirik menghadirkan kritik sosial melalui percakapan bernada humor yang menyakitkan. Secara keseluruhan, penggunaan gaya bahasa tersebut menunjukkan kepiawaian pengarang dalam memanfaatkan bahasa secara estetik guna menyuarakan nilai kemanusiaan, keadilan, dan perlawanan terhadap kekuasaan yang menindas.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
.png)
