Implementasi Permainan Tradisional Ajang-Ajangan dalam Menumbuhkan Nilai Profil Pelajar Pancasila pada Anak Usia 5–6 Tahun
Abstract
Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter. Melalui Kurikulum Merdeka, penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi fokus utama yang meliputi dimensi beriman dan berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif, dan bernalar kritis. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan di TK Restu Bunda dengan tujuan mengetahui bagaimana implementasi permainan tradisional Ajang-ajangan dapat menumbuhkan nilai-nilai P5 pada anak usia 5–6 tahun. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional Ajang-ajangan menumbuhkan nilai gotong royong, disiplin, tanggung jawab, kreativitas, sportivitas, kejujuran, toleransi, serta percaya diri. Temuan ini memperlihatkan bahwa permainan tradisional berperan penting sebagai media pembelajaran berbasis budaya lokal yang mendukung pendidikan karakter dalam Kurikulum Merdeka.
Downloads
References
pembelajaran anak usia dini. Jakarta: Kencana.
Fitriyani, R. (2020). Implementasi pendidikan karakter di PAUD melalui
pendekatan bermain. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Kemdikbud. (2021). Panduan Profil Pelajar Pancasila pada Kurikulum Merdeka.
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kurniawati, E. (2022). “Pengembangan nilai karakter anak usia dini melalui
permainan tradisional.” Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2), 145–156.
Lestari, A. (2019). Strategi pembelajaran berbasis budaya lokal di pendidikan
anak usia dini. Yogyakarta: Deepublish.
Mulyasa, E. (2018). Manajemen PAUD dalam konteks pendidikan karakter.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sanjaya, W. (2017). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses
pendidikan. Jakarta: Kencana.
Sujiono, Y. N. (2018). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Jakarta: PT
Indeks.
Suryana, D. (2016). Stimulasi dan aspek perkembangan anak usia dini. Jakarta:
Kencana.
Utami, S. (2021). “Permainan tradisional sebagai sarana pembentukan karakter
anak.” Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 34–45.





