IDENTIFIKASI TINGKAT KENYAMANAN THERMAL: STUDI KASUS RESTORAN JOGLO LENTERA BOJONEGORO

  • Akbar Hakim Rahmawan Fakultas Teknik Unisda Lamongan

Abstract

Penerapan kenyamanan termal seringkali masih dianggap hanya terkait dengan pengaturan suhu dan kelembapan udara dalam bangunan menggunakan peralatan AC. Di sisi lain, pintu dan jendela di Joglo Lentera Bojonegoro masih sangat terbatas. Bangunan di daerah tropis dengan aktivitas fisik tinggi (seperti pertambangan dan industri) memiliki tingkat kenyamanan termal yang berbeda dibandingkan dengan bangunan di daerah sub-tropis dengan aktivitas rendah. Faktor-faktor seperti intensitas matahari dan kecepatan angin juga berperan. Sayangnya, bangunan-bangunan modern cenderung kurang memperhatikan kenyamanan termal alami. Studi ini akan mengevaluasi kenyamanan termal di Joglo Lentera berdasarkan standar kenyamanan termal Indonesia. Beberapa data yang akan dianalisis meliputi suhu dan kelembapan, kecepatan angin, aktivitas, dan pakaian. Nilai-nilai data ini dipengaruhi oleh suhu ruangan, kelembapan udara, kecepatan angin, aktivitas, dan jenis pakaian. Namun, suhu, kelembapan, dan kecepatan angin tidak dapat diubah atau diprediksi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ailiciems, A. and Szokolay, S. (2007). Thermal Comfort. PLEA Note 3. PLEA International University of Queensland.
ANSI/ASHRAE Standard 55: Thermal Environmental Conditions for Human Occupancy.
Arif dwi Santoso, Muhammad Agus Salim (2019). Penghematan Listrik Rumah Tangga dalamMenunjang Kestabilan Energi Nasional dan Kelestarian Lingkungan. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 20, No. 2, Juli 2019, 263-270.
ASHRAE (2009). Handbook—Fundamentals. Atlanta: Ameri?can Society of Heating, Refrigerating and Air-Condi?tioning Engineers, Inc.
Cholis Idham, Noor (2016). Arsitektur dan kenyamanan termal.
Istiningrum DR, leidy AL, Mukhlisin M, Rochadi MT. 2017. Kajian kenyamanan termal ruang kuliah pada gedung sekolah C lantai 2 Politeknik Negeri Semarang. Jurnal Pengembangan Teknik Sipil. 22(1): 1-16.
Kindangen, Jefrey I. (2017). Pendinginan Pasif untuk Arsitektur Tropis Lembab. Sleman: Deepublish. hlm. 63. ISBN 978-602-401-925-9.
Moleong, Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Penerbit PT Remaja Rosdakarya Offset, Bandung.
Morris, W. (Ed.) (1973). The American Heritage Dictionary of the English Language. Boston: Houghton Mifflin.
Soegijanto. 1998. Bangunan di Indonesia Dengan Iklim Tropis Lembab Ditinjau Dari Aspek Fisika Bangunan. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas
Sugiyono (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono (2013). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
Talarosha B (2005). Menciptakan Kenyamanan Thermal dalam Bangunan. Jurnal Sistem Teknik Industri 6: 148-158.
Published
2024-10-28
How to Cite
Rahmawan, A. (2024). IDENTIFIKASI TINGKAT KENYAMANAN THERMAL: STUDI KASUS RESTORAN JOGLO LENTERA BOJONEGORO. SAINTIS Jurnal Ilmu-Ilmu Eksakta, 2(01), 102-109. Retrieved from https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/saintis/article/view/7880
Section
Articles