FAKTORIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial
<p>FAKTORIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika, merupakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Islam Darul ‘Ulum. Jurnal FAKTORIAL diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu bulan Februari dan Agustus. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan inovasi pendidikan dan pembelajaran matematika, berpikir matematika, Etnomatematika, Psikologi Belajar Matematika, Evaluasi Pembelajaran Matematika, serta penelitian dan pengembangan bidang pendidikan matematika yang relevan.</p>en-USFAKTORIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran MatematikaANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS PADA MATERI PELUANG DI KELAS VIII MTs ISLAMIYAH TULUNGAGUNG BAURENO DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial/article/view/7744
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir logis siswa pada materi peluang di kelas VIII MTs Islamiyah Tulungagung Baureno ditinjau dari gaya belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini terdiri dari 6 siswa, dengan 2 kriteria gaya belajar kinestetik, 2 kriteria gaya belajar auditori, 2 kriteria gaya belajar visual. Pengumpulan data menggunakan angket, tes dan wawancara semi terstruktur. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil dari analisis tersebut Siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik dapat memenuhi seluruh Adapun siswa yang memiliki gaya belajar visual mampu memenhi seluruh indikator. Hal ini sesuai dengan pendapat ahli matematika. Indicator kemampuan berpikir logis yakni kerunututan berpikir dan kemampuan berargumen, kemampuan penarikan simpulan, sedangkan siswa yang memiliki gaya belajar auditori hanya memenuhi keruntutan berpikir. </p> <p><strong>Kata Kunci : </strong>Kemampuan Berpikir Logis, Gaya Belajar. </p>Nella Miftakhur Rohmah
##submission.copyrightStatement##
2024-02-202024-02-201199ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI SELF ESTEEM
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial/article/view/7749
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran matematis siswa SMP melalui pembelajaran <em>discovery learning </em>ditinjau dari <em>self esteem. </em>Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Subjek penelitan terdiri dari 6 orang siswa yakni 2 siswa dengan <em>self esteem </em>kategori tinggi, 2 siswa dengan <em>self esteem </em>kategori sedang, dan 2 siswa dengan <em>self esteem </em>kategori rendah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes tulis, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa dengan <em>self esteem </em>kategori tinggi, sedang, dan rendah. Siswa dengan <em>self esteem </em>kategori tinggi mampu menyelesaikan permasalahan penalaran matematis dengan baik pada 5 indikator penalaran matematis yang mengakibatkan keberhasilan dalam menyelesaikan permasalahan penalaran matematis yang dihadapi. Siswa dengan <em>self esteem </em>kategori sedang mampu menyelesaikan permasalahan penalaran matematis dengan cukup baik pada 3-4 indikator penalaran matematis, tetapi kurang maksimal dalam menyusun bukti dan memeriksa kembali. Siswa dengan <em>self esteem </em>kategori rendah hanya dapat memenuhi 1 indikator yang mengakibatkan tidak adanya keberhasilan dalam menyelesaikan permasalahan penalaran matematis yang dihadapi.</p>Diyah Ayu Safitri
##submission.copyrightStatement##
2024-05-202024-05-20111515PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIFIN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI MENGGUNAKAN PERMAINAN TEKA-TEKI SILANG DI KELAS VII SMP NU SIMO
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial/article/view/7755
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran <em>ARIFIN </em>menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri di kelas VII SMP. Metode yang digunakan adalah <em>quasi eksperimen </em>dengan desain penelitian <em>prettest </em>dan <em>posttest control group design. </em>Subjek penelitian ini sebanyak 52 siswa yang terdiri dari 26 siswa kelas eksperimen dan 26 siswa kelas kontrol yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu <em>simple random sampling </em>pada kelas VII<em>. </em>Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tulis dan selanjutnya di analisis dengan <em>uji t-test</em>. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran <em>ARIFIN </em>menggunakan Permainan Teka-Teki Silang dan kemampuan pemahaman konsep siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada topik Geometri memiliki rata-rata 6,92. </p>uswatun Hasanah
##submission.copyrightStatement##
2024-05-202024-05-20111010PROSES BERPIKIR REFLEKTIF SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERBASIS PENDEKATAN METAKOGNITIF DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN KEIRSEY
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial/article/view/7756
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir reflektif siswa dalam menyelesaikan masalah bangun datar berbasis pendekatan metakognitif ditinjau dari tipe kepribadian keirsey <em>guardian</em>, <em>artisan</em>, <em>rational</em>, dan <em>idealist</em>. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu 8 siswa kelas VII-D SMPN 1 Sumberrejo. Instrument yang diberikan meliputi, angket tes MBTI, soal tes berpikir reflektif berbasis pendekatan metakognitif yang terdiri dari 2 soal. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa: (1) Proses berpikir reflektif siswa dengan tipe kepribadian <em>guardian</em> dapat memenuhi tiga indikator berpikir reflektif <em>reacting, comparing</em>, dan <em>contemplating</em> termasuk dalam kategori reflektif. (2) Proses berpikir reflektif siswa dengan tipe kepribadian <em>artisan</em> dapat memenuhi dua indikator berpikir reflektif <em>reacting, </em>dan<em> comparing </em>termasuk dalam kategori cukup reflektif . (3) Proses berpikir reflektif siswa dengan tipe kepribadian <em>rational</em> dapat memenuhi tiga indikator berpikir reflektif <em>reacting, comparing</em>, dan <em>contemplating</em> termasuk dalam kategori reflektif. (4) Proses berpikir reflektif siswa dengan tipe kepribadian <em>idealist </em>dapat memenuhi satu indikator berpikir reflektif <em>reacting </em> termasuk dalam kategori tidak reflektif.</p>Harum Indah Ayu Rizkiana
##submission.copyrightStatement##
2024-05-202024-05-20111212ANALISIS KEMAMPUAN NUMERIK SISWA MTS KELAS VIII DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/faktorial/article/view/7757
<p><strong> </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa MTs kelas VIII dalam memecahkan masalah matematis ditinjau dari <em>Self-Efficacy. </em>Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa kemampunan numerik siswa dalam memecahan masalah matematis ditinjau dari <em>Self-Efficacy </em>kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki proses yang berbeda-beda. Siswa yang memiliki <em>Self-Efficacy </em>kategori tinggi mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan 4 indikator pemecahan masalah dengan maksimal yang mengakibatkan keberhasilan dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Siswa yang memiliki <em>Self-Efficacy </em>kategori sedang mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan 3 indikator pemecahan masalah saja, siswa kurang maksimal dalam memeriksa kembali pada soal kemampuan numerik. Siswa yang memiliki <em>Self-Efficacy </em> kategori rendah belum mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan memenuhi 4 indikator pemecahan masalah matematis, sehingga siswa sulit untuk memecahkan setiap terdapat permasalahan.</p>Umi Mukholifah
##submission.copyrightStatement##
2024-05-202024-05-201199