Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Griya Batik Jonegoroan Di Bojonegoro

  • Jumaeroh Jumaeroh
  • Eko Daniyanto Fakultas Teknik Unisda Lamongan
  • Ainun Nurin Sharvina Fakultas Teknik Unisda Lamongan
  • Mimin Aminah Yusuf Fakultas Teknik Unisda Lamongan
Keywords: Arsitektur, Neo Vernakular, Griya Batik

Abstract

Batik adalah warisan budaya di Indonesia. Bojonegoro merupakan kabupaten yang memiliki batik khas, yaitu batik jonegoroan. Sebagai fasilitas untuk memperkenalkan batik, diperlukan tempat untuk mewadahi seluruh kegiatan membatik, pelatihan, dan pameran. Hal ini disebabkan masyarakat masih awam terhadap batik jonegoroan, untuk itu diharapkan dengan adanya Griya Batik Jonegoroan sebagai wadah untuk mengenalkan batik jonegoroan kepada masyarakat. Arsitektur neo vernakular adalah gabungan 2 konsep yang berbeda yaitu modern dan vernakular. Arsitektur neo vernakular adalah salah satu konsep dari aliran post modern dipilih sebagai strategi pendekatan rancangan karena mampu menghadirkan identitas baru tanpa mengesampingkan tradisi setempat. Prinsip integrasi neo vernakular yaitu bubungan, tradisional, interior terbuka, dan warna kontras dengan perpaduan 2 elemen budaya yaitu rumah joglo dan motif batik jonegoroan jagung miji emas. Bangunan utama dalam perancangan terdiri dari workshop praktek, workshop materi, galeri batik, dan retail batik. Sedangkan untuk bangunan penunjang terdiri dari food court, mushola, ruang bersantai, dan information center. Keseluruhan bangunan terdiri dari 3 zona, ada zona administrasi, zona umum dan zona pelestarian. Dengan bangunan utama berada pada zona pelestarian. Hasil dari perancangan diharapkan dapat mewadahi seluruh kegiatan dalam griya batik jonegoroan. Sehingga masyarakat tidak hanya mengenal batik jonegoroan, akan tetapi bisa diberdayakan dengan pelatihan membatik atau kegiatan didalamnya

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] A. Sayigh (ed), Suistainable Vernacular Architecture, Innovative Renewable Energy, http://org.id
[2] James Steven Curl. Susan Wilson. 1999. The Oxford Dictionary of Architecture. United Kingdom: Oxford University Press.
[3] Charles. J. (1990). Language of Post- Modern Architecture. USA: Wiley-Academy.
Widi, Chesar Dhiya Fauzan, Luthfi Prayogi (2020). Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular pada Bangunan Fasilitas Budaya dan Hiburan: Jurnal Arsitektur Zonasi 3 (3), 382-390.
Salalin, Nyoman Ratih Prajnyani (2017). Paham Arsitektur Neo Vernakular di Era Post Modern.
Betari, Kana Putri Jaya, Azhar Abdullah, Mirza (2021). Penerapan Konsep Arsitektur Neo-Vernakular pada Perancangan Kantor Bupati Kabupaten Pidie: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Perencanaan 5 (1) , 26-30.
Published
2022-11-30
How to Cite
Jumaeroh, J., Daniyanto, E., Sharvina, A., & Aminah Yusuf, M. (2022). Penerapan Arsitektur Neo Vernakular Pada Perancangan Griya Batik Jonegoroan Di Bojonegoro. DEARSIP : Journal of Architecture and Civil, 2(2), 115-124. https://doi.org/https://doi.org/10.52166/dearsip.v2i2.3534
Section
Articles