AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro
<p style="text-align: justify;"><strong>AGRORADIX: </strong>is a research journal published by agriculture faculty, Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA). Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of plant/crop science, agronomy, horticulture, plant breeding - tissue culture, hydroponic/soil less cultivation, soil plant science, plant protection. and agribusiness. This journal is published twice times annually, July and December.</p> <p style="text-align: justify;">Agroradix has been indexed in <strong>Portal Garuda, Dimension, Google Scholar, Sinta and DOAJ</strong>. Agroradix has been accredited as a scientific journal by the Ministry of Research-Technology and Higher Education Republic of Indonesia: <strong>SINTA 4</strong></p> <p style="text-align: justify;">ISSN : 2621-0665</p>Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)en-USAGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian2621-0665Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Pala di Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/9577
<p>Biji pala merupakan salah satu komoditas ekspor yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan tanaman pala harus didukung dengan kondisi kesuburan tanah yang memadai. Atas dasar tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis beberapa sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah pada areal perkebunan pala di Kecamatan Wakorumba Utara, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada tanah Inceptisol yang terdiri dari sub ordo Endoaquepts dan Dystrudepts. Penelitian dilakukan dalam bentuk survey, dimana titik sampel ditetapkan secara sengaja (purposive) pada tiga titik yakni T1 di desa Wantulasi, T2 di desa Lansiwa dan T3 di desa Matalagi. Pada setiap titik diambil 5 subsampel pada kedalaman 0-60 cm kemudian dikompositkan menjadi satu. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah bervariasi antara 6,7 hingga 7,3, C-organik sangat rendah sampai rendah (0,62-1,8%), P tersedia sangat rendah sampai rendah (4,06-9,06 mg/kg), K tersedia rendah (0,11-0,14 me 100 g⁻¹), KTK rendah sampai sangat tinggi (15,50-57,17 me 100 g⁻¹), KB sedang (50,05 – 54,53 %). Dari penilaian sifat-sifat kimia tanah maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kesuburan tanah di lokasi penelitian termasuk rendah. Faktor pembatas utama kesuburan tanah pada T1 adalah kadar C organik rendah serta P dan K pada semua lokasi, sehingga untuk memperbaiki kesuburan tanah perlu dikombinasikan penggunaan pupuk organik dan anorganik.</p>Darwis SulemanDewi Nurhayati YusufAgus Setiawan
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-222025-12-229111410.52166/agroteknologi.v9i1.9577Keragaman Karakter Agronomi dan Morfologi Beberapa Varietas Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/9928
<p>Salah satu tanaman hortikultura yang populer di Indonesia adalah sawi hijau. Tanaman ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi setelah tanaman lainnya seperti kubis, kol, dan brokoli, sehingga sayuran jenis ini mempunyai prospek pengembangan yang potensial di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi dan morfologi beberapa varietas tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari – Maret 2025 di lahan CV. Triasputra Agro Maju Sejahtera yang terletak di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah pada ketinggian tempat 202 mdpl dan suhu rata-rata 22-32ºC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan varietas dan 4 ulangan. Perlakuan varietas terdiri dari A: Varietas PSA, B: Varietas Tossan, C: Varietas Juwita 01, dan D: Varietas Kometa. Parameter pengamatan terdiri dari karakter agronomi umur panen, tinggi tanaman, panjang daun, panjang tangkai, lebar daun, jumlah daun, produktivitas dan daya simpan. Karakter morfologi terdiri dari bentuk daun terluar, warna daun terluar, bentuk biji, warna biji. Data karakter agronomi dianalisis dengan uji F apabila terdapat beda nyata maka pengujian dilanjutkan dengan Uji BNJ 5% menggunakan <em>software</em> PKBT-STAT versi 3.2. Karakter morfologi dianalisis deskriptif dengan berpedoman pada Panduan Pelaksana Uji (PPU) dan <em>International Union for the Protection of New Varieties of Plants</em> (UPOV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara agronomi, perlakuan varietas nyata berpengaruh terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun, panjang tangkai, lebar daun, jumlah daun, dan produktivitas. Secara morfologi menunjukkan Varietas PSA mempunyai perbedaan pada parameter warna daun dan bentuk daun terluar dari varietas lainnya.</p>Diva Izzatu RestiRajiman RajimanSuharno Suharno
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491152310.52166/agroteknologi.v9i1.9928Respon Kelimpahan Serangga Polinator Terhadap Variasi Iklim Pada Agroekosistem Mangga Gadung 21 (Mangifera indica L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10010
<p>Serangga pollinator berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman mangga (<em>Mangifera indica</em> L.), yang secara langsung mempengaruhi proses produktivitas dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas serangga pollinator dengan faktor iklim meliputi suhu, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanaman mangga varietas Gadung 21 di Desa Oro – oro Ombo, Kabupaten Pasuruan, saat fase pembungaan tanaman. Pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan <em>yellow trap</em> dan <em>sweep net</em>, sementara data iklim diperoleh melalui NASA POWER. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan regresi linear untuk mengetahui hubungan signifikan antara parameter iklim dan jumlah serangga. Hasil pengamatan menunjukkan lima jenis utama serangga pollinator yaitu lalat kuning (<em>Eristalis tenax</em>), lalat hijau (<em>Lucilia</em> spp.), lebah madu (<em>Apis mellifera</em>), lebah klanceng (<em>Trigona</em> spp.), dan kupu-kupu (<em>Appias lybithea</em>). Hasil menunjukkan bahwa suhu (28-30<sup>o</sup>C) dan kelembapan (70-85%) berkorelasi positif signifikan terhadap aktivitas pollinator (r > 0,67), sedangkan curah hujan menunjukkan korelasi negatif yang signifikan ( r< -0,5). Intensitas cahaya juga berperan dalam meningkatkan aktivitas polinasi terutama pada waktu pagi hingga siang hari. Dapat disimpulkan bahwa dinamika kehadiran serangga pollinator dipengaruhi secara nyata oleh kondisi iklim mikro, sehingga pengelolaan budidaya mangga perlu mempertimbangkan faktor tersebut untuk meningkatkan efisiensi penyerbukan alami</p>Danendra Akbar RakhaWiwin WindriyantiHerry Nirwanto
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491243410.52166/agroteknologi.v9i1.10010Dampak Kepadatan Populasi Sitophilus oryzae L. terhadap Kerusakan dan Kerentanan Varietas Sorgum
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10524
<p>Sorgum (<em>Sorghum bicolor</em> L.) merupakan tanaman serealia potensial yang digunakan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku bioenergi. Namun, penyimpanannya rentan terhadap serangan hama pascapanen, terutama <em>Sitophilus oryzae</em> L. yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan bobot biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kepadatan populasi <em>S. oryzae</em> terhadap tingkat kerentanan dan kerusakan pada tujuh varietas sorgum selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan perlakuan tujuh varietas sorgum yakni Kawali, Numbu, Suri 3, Suri 4, Soper 6, Super 1, Super 2. Parameter yang diamati meliputi jumlah keturunan F₁, median waktu perkembangan, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan populasi <em>S. oryzae</em> menyebabkan peningkatan jumlah F₁ dan susut berat pada semua varietas. Varietas Super 1, Super 2, dan Soper 6 tergolong rentan, dengan nilai indeks kerentanan tertinggi dan susut berat paling besar. Sebaliknya, Varietas Kawali menunjukkan ketahanan lebih tinggi dengan indeks kerentanan terendah dan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Analisis korelasi menunjukkan bahwa indeks kerentanan berkorelasi positif dengan jumlah F₁ dan susut berat, serta berkorelasi negatif dengan median waktu perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan populasi 10 imago (10♀ + 10♂), dan 15 imago (15♀ + 15♂) berdampak pada kerentanan dan kerusakan tujuh varietas sorgum selama penyimpanan.</p>Wahida Rizki AlnoviHendrival HendrivalBaidhawi BaidhawiTengku Dhean
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491354810.52166/agroteknologi.v9i1.10524Pertumbuhan dan Produksi Jagung Hibrida dengan Pemberian Konsentrasi Trichoderma sp. dan Dosis Trichokompos
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10566
<p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi perendaman Trichoderma sp. dan dosis trichokompos terhadap pertumbuhan serta hasil jagung hibrida Bisi 2. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Mei 2025 di Kabupaten Sidenreng Rappang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi perendaman Trichoderma sp. (0, 20, dan 25 g 250 ml⁻¹) dan dosis trichokompos (0, 5, dan 6 kg unit⁻¹), masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah biji per baris, jumlah baris per tongkol, bobot 100 biji, dan produksi per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman Trichoderma sp. tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter, sedangkan pemberian trichokompos berpengaruh signifikan terhadap produksi. Dosis 6 kg unit⁻¹ menghasilkan produksi tertinggi, yaitu 4,6 kg m⁻². Disimpulkan bahwa trichokompos dengan dosis optimal berpotensi menjadi alternatif teknologi pemupukan organik yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung hibrida Bisi 2.</p>Sri MuttiaMuhanniah MuhanniahReza Asra
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491495910.52166/agroteknologi.v9i1.10566Seleksi Lima Galur Harapan Tanaman Jagung (Zea mays L.) melalui karakterisasi fenotipe
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10577
<p>Jagung (<em>Zea mays</em> L.) merupakan komoditas pangan penting setelah padi, yang berperan sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri. Karakterisasi fenotipe diperlukan untuk mendukung seleksi galur unggul dalam pemuliaan varietas hibrida. Penelitian ini dilakukan pada Mei–September 2024 di PT. Surya Kencana Agrifarm Sejahtera menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan tiga ulangan. Data dianalisis secara deskriptif dan melalui Analisis Komponen Utama (AKU) menggunakan Minitab 19. Hasil menunjukkan bahwa genotipe G01 dan G02 memiliki kestabilan dan keseragaman tinggi pada karakter kualitatif seperti warna daun, tipe daun, dan warna tassel. Genotipe G01 unggul pada diameter batang (18,55 mm), jumlah malai (10), dan lebar daun (9,1 cm), sedangkan G02 unggul pada umur panen (120 HST), umur silking (58 HST), dan umur tassel (59 HST), dengan koefisien keragaman berkisar 0,38%–14,1%. Genotipe lain seperti G03 dan G04 menunjukkan potensi seleksi pada karakter hasil. Hasil perhitungan AKU juga menunjukkan bahwa G04 memiliki korelasi kuat terhadap karakter hasil, sedangkan G01 dan G02 unggul dari segi stabilitas karakter pertumbuhan. Kedua genotipe tersebut berpotensi sebagai calon tetua dalam pengembangan varietas jagung hibrida.</p>Nuril Hidayatul HasanahMaria Azizah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491607210.52166/agroteknologi.v9i1.10577Efisiensi Teknis Usahatani Jagung di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10592
<p>Produktivitas aktual jagung Kecamatan Semanding masih berada di bawah produktivitas potensialnya karena kemungkinan penggunaan faktor produksi yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi produksi, mengukur efisiensi teknis, dan mengetahui penyebab inefisiensi teknis usahatani jagung di Kecamatan Semanding. Penelitian menggunakan data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 99 petani jagung diambil secara proporsional yang berasal dari tiga Desa produsen jagung terbanyak di Kecamatan Semanding. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi <em>Cobb-Douglas</em> dengan metode <em>Stochastic Frontier Analysis</em> (SFA) dan pendekatan <em>Maximum Likelihood Estimation</em> (MLE). Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi jagung adalah benih, pupuk Urea dan tenaga kerja, sedangkan pupuk NPK berpengaruh negatif. Usahatani jagung di Kecamatan Semanding belum efisien secara teknis di mana inefisiensi teknis berasal dari sumberpendapatan lain. Berdasarkan hasil analisis maka petani dapat meningkatkan produksi dengan menambah jumlah benih dan pupuk urea sesuai dosis anjuran dan menintensifkan penggunaan tenaga kerja.</p>Eka Istara MawardaniFuad HasanTaufik Rizal Dwi Adi Nugroho
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-242025-12-2491738710.52166/agroteknologi.v9i1.10592Optimization of Cultivation Settings of Chlorella Grown in Indoor Photobioreactor and Assessment as Superfood
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10667
<p>Microalgae are microorganisms with great potential as a superfood. Microalgae can serve as an alternative food source. One of their ecosystems is freshwater, where they can be cultivated on a small scale using indoor farming systems, especially in urban areas. This is because microalgae can live anywhere as long as their growth factors are fulfilled. This becomes a bright spot for agriculture in Indonesia, where land is becoming increasingly limited, causing millennial farmers to struggle with conventional cultivation. Therefore, indoor farming systems with IoT can become an alternative solution that supports food security and more effective microalgae cultivation. Microalgae are photosynthetic unicellular organisms influenced by several factors, including pH and light intensity. pH plays an important role in enzyme activity and nutrient availability, while light intensity affects biomass, cell density, and nutritional content. Both factors are crucial in determining biomass, cell density and protein content. However, studies on the combined effect of pH and light intensity on protein content in microalgae are still limited. Thus, this research aims to investigate the influence of pH and light intensity on protein content in an indoor farming system with IoT. The findings are expected to contribute valuable knowledge about optimal pH and light conditions for maximizing protein content in microalgae cultivation as a superfood. Then, according to the result, the combined interaction is 7 pH and 3000 lux light intensity is the optimal for cultivation of microalgae, which is much higher than other combines.</p>Talitha Maritza Putri TaraHadi SuhardjonoSaefur Rohman
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-2991889910.52166/agroteknologi.v9i1.10667Keragaman dan Potensi Pemanfaatan Gulma pada Lahan Sawah Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10914
<p>Gulma memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karena menimbulkan persaingan air, unsur hara dan ruang tumbuh termasuk pada budidaya tanaman tebu. Identifikasi jenis gulma dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ditemukan pada lahan sawah budidaya tebu serta potensi pemanfaatannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tajinan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Jawa Timur mulai bulan April hingga Mei 2025 di lahan tebu rakyat yang dibudidayakan di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan metode <em>sampling</em> kuadrat dengan plot ukuran 1x1 m pada transek sepanjang 20 meter dan diulang sebanyak tiga ulangan sehingga terdapat 60 plot pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gulma yang terdiri dari 11 spesies gulma berdaun lebar, 3 spesies gulma berdaun sempit dan 2 spesies rerumputan. Spesies gulma yang mendominasi adalah spesies <em>Ageratum conyzoides</em> dengan nilai SDR sebesar 26,78. Indeks keanekaragaman gulma berada pada kategori keragaman sedang dengan nilai 1,83. Indeks dominansi simpson menunjukkan bahwa tidak ada spesies gulma yang mendominasi. Gulma yang ditemukan memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan terutama untuk obat tradisional yaitu sebanyak 9 spesies, untuk pakan ternak sebanyak 4 spesies dan bahan pangan sebanyak 3 spesies.</p>Nabiilatussaniyya NabiilatussaniyyaMuch. Misbah MuhtadiM. Mukhlis FahruddinBayu Agung Prahardika
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-299110011110.52166/agroteknologi.v9i1.10914Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Guano Phosphate dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/10963
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk guano fosfat dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (<em>Vigna radiata</em> L.). Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tohudan, Karanganyar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk guano fosfat (0, 24, 48, dan 72 g/tan) dan pupuk NPK 16-16-16 (0, 3, 4,2, dan 5,4 g/tan), yang dikombinasikan menjadi 16 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah dan kering, muncul bunga, jumlah bunga dan polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk guano fosfat dan pupuk NPK masing-masing berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, muncul bunga, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Interaksi signifikan antara kedua jenis pupuk terjadi pada tinggi tanaman, berat brangkasan basah, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh sinergis terhadap ketersediaan unsur hara, sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kacang hijau. Dengan demikian, penggunaan kombinasi pupuk guano fosfat dan NPK 16-16-16 dapat menjadi strategi pemupukan yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau secara berkelanjutan.</p>Anzzuri Nerasuri MahenrickPriyono PriyonoEfi Nikmatu Sholihah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-299111212110.52166/agroteknologi.v9i1.10963Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11030
<p>Kacang hijau (<em>Vigna radiata</em> L.) adalah tanaman legum penting yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil adalah dengan memupuk menggunakan kombinasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pupuk fosfor (SP-36), yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah serta menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi POC urin kelinci dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Kutilang. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 di Kebun Benih TPH Tohudan, Karanganyar, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 30, dan 60 ml/L) dan dosis SP-36 (0, 200, dan 300 kg/ha) dengan sembilan kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urin kelinci lebih berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan SP-36 memengaruhi fase pembungaan, jumlah bunga, jumlah polong, bobot biji kering per tanaman, serta bobot 100 biji. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi tanpa POC urin kelinci (0 ml/L) dengan dosis pupuk SP-36 sebesar 200 kg/ha, yang memberikan hasil generatif tertinggi pada tanaman kacang hijau.</p>Wildan RamadhanPriyono PriyonoSaiful BahriDewi Ratna Nurhayati
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-299112213010.52166/agroteknologi.v9i1.11030Kajian Identifikasi Kebutuhan Standar Instrumen Pertanian Komoditas Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11031
<p>Sektor pertanian ialah komponen ekonomi nasional dan strategis serta berperan penting menghasilkan produk domestik bruto bagi negara, pendapatan ekspor dan lapangan kerja. Dalam perkembangannya, komoditas tanaman pangan di Sulawesi Tenggara masih menemui beberapa kendala dalam upaya meningkatkan produksi. Salah satu SNI yang telah diterbitkan BSN pada tahun 2021 yaitu SNI 8969:2021, <em>Indonesian Good Agricultural Practices</em> (IndoGAP), namun dalam implementasinya belum diketahui dan difahami pelaku usaha. Tujuan penyusunan makalah ini ialah untuk melakukan kajian identifikasi kebutuhan standar instrumen pertanian komoditas tanaman padi di Sulawesi Tenggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) Teridentifikasinya kebutuhan standar standar instrumen pertanian komoditas tanaman padi pada sentra pengembangan padi di Sulawesi Tenggara, 2) SNI 8969 : 2021, Indonesian good agricultural practices (IndoGAP) tentang Cara Budidaya Tanaman Yang Baik belum diterapkan dalam budidaya tanaman padi maupun produsen benih padi pada sentra pengembangan padi di Sulawesi Tenggara dan 3) Kebutuhan standar instrumen pertanian dalam pengembangan komoditas padi di Sulawesi Tenggara, antara lain: pengunaan pupuk organik pada lahan pertanaman padi, pengelolaan budidaya padi yang baik sesuai GAP (<em>Good agricultural practices) </em>padi dan penggunaan benih padi bersertifikat dan bermutu.</p>Edi TandoMohammad HartantoSiti Rahma Karimuna
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-299113114010.52166/agroteknologi.v9i1.11031Evaluasi Pertumbuhan dan Kualitas Nira Lima Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) di Lahan Kering
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11342
<p>Sorgum merupakan tanaman penting bagi pangan dan bioenergi, khususnya di lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi nira dari lima varietas sorgum, yaitu Super 2, Mandau, Bioguma, Super 1, dan Suri 4, yang dibudidayakan di lahan kering. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Parameter diamati pada fase primordia, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot brangkasan basah, bobot batang, volume nira, dan kadar Brix. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada tinggi tanaman, bobot brangkasan basah, bobot batang, dan kadar Brix. Varietas Super 1 menunjukkan keragaan tertinggi pada tinggi tanaman (243,62 cm), bobot brangkasan basah (1029,50 g), dan bobot batang (624,00 g). Sebaliknya, varietas Mandau yang memiliki postur terpendek (131,50 cm) menghasilkan kadar Brix tertinggi secara nyata, yakni sebesar 7,02%. Tidak ditemukan perbedaan nyata pada parameter jumlah daun, diameter batang, maupun volume nira antar varietas. Hal ini mengindikasikan bahwa Super 1 unggul dalam produksi biomassa, sedangkan Mandau menunjukkan potensi terbaik untuk kandungan gula pada fase primordia di kondisi lahan kering.</p>Fajar RochmanPriyadi PriyadiRizky Rahmadi
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-292025-12-299114114710.52166/agroteknologi.v9i1.11342Optimalisasi Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Melalui pemilihan varietas dan Jenis Pupuk Organik Cair
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11441
<p>Satu diantara produk sayuran hortikultura yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia adalah selada. Selama ini selada belum muncul sebagai produk sayuran unggulan bagi petani pada umumnya. Penurunan kesuburan tanah yang diakibatkan oleh pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi dengan pupuk organik menjadi satu dari sekian banyak penyebabnya. Karena pupuk organik cair memiliki kandungan berbagai unsur hara, maka pupuk organik cair merupakan pilihan terbaik untuk larutan hara. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana berbagai jenis pupuk organik cair berpengaruh terhadap hasil panen tanaman selada. Selada Grand Rapid, Red Rapid dan Siomak merupakan faktor pertama dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). POC GDM, POC NASA dan POC Eco Fresh termasuk dalam faktor kedua. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman per petak dan bobot segar tanaman per hektar. Metode analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menghitung data yang berasal dari pengamatan pada tingkat signifikansi 5%. Uji lanjut akan dilakukan pada taraf 5% dengan menggunakan pendekatan BNT (Beda Nyata Terkecil) jika ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas selada Siomak menghasilkan hasil terbaik dan penggunaan pupuk organik cair Eco Fresh memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan perlakuan lainnya.</p>Susi WijiatiChoirul AnamIstiqomah Istiqomah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309114815810.52166/agroteknologi.v9i1.11441Efektivitas Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.) Organik
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11442
<p>Di Indonesia tanaman selada hijau keriting dibudidayakan secara luas pada dataran tinggi maupu sedang karena sistem adaptasinya yang cukup baik, tanaman ini merupakan komoditas tanaman sayuran daun yang memiliki peminat sangat tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi selada keriting hijau organik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) biasa dan terdiri dari satu faktor yang tersusun menjadi 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ini terdiri dari beberapa macam jenis pupuk organik cair yang terdiri dari : tanpa pemberian pupuk, POC Nasa, POC NaturaGen, POC Bio Konversi, POC Eco Fresh, POC Biotani Plus dan POC Explant PHC. Hasil penelitian terhadap pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hjau keriting terdapat adanya perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan panjang akar tanaman. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil terbaik yaitu terhadap pemberian perlakuan pemberian pupuk organik cair NaturaGen, dengan hal ini maka pupuk organik cair NaturaGen diyakini memberikan hasil yang terbaik dari pupuk organik yang lainnya.</p>Suryadi SuryadiChoirul AnamIstiqomah Istiqomah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309115916910.52166/agroteknologi.v9i1.11442Optimalisasi Macam Media Tanam dan Dosis Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11443
<p><em>Amaranthus tricolor</em> L. ialah sayuran bergizi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, namun produksinya di Indonesia masih fluktuatif akibat rendahnya kualitas lahan dan keterbatasan unsur hara. Upaya optimalisasi budidaya perlu dilakukan melalui pemilihan media tanam dan pemupukan yang tepat. Media seperti pupuk kascing dan pupuk kandang ayam kaya akan hara makro, sementara pupuk organik cair (POC) mudah diserap tanaman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas macam media tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Penelitian dengan percobaan faktorial dua faktor dalam RAK, yaitu macam media tanam (tanah, tanah + kascing, dan tanah + pupuk kandang ayam) dan dosis POC (0, 20, dan 30 l/ha). Data dianalisis menggunakan analisis varian (uji F) pada taraf signifikansi 5%, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi optimal dicapai dengan dosis POC sebesar 30 l/ha yang dikombinasikan dengan pupuk tanah dan pupuk ayam.</p>Nio Willy AfridityaIstiqomah IstiqomahMariyatul Qibtiyah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309117018010.52166/agroteknologi.v9i1.11443Respon Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.)
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11444
<p>Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan sangat popular termasuk di Indonesia, tanaman kangkung dikenal memiliki dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Dalam hal budidaya tanaman maka hal yang harus diutamakan untuk meningkatkan hasil produksi yang baik adalah memperhatikan cara budidaya mulai dari proses pengolahan lahan hingga panen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk organik padat dan penggunaan berbagai jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level. Pada faktor pertama terdiri dari : Tanpa pemberian pupuk, pupuk kascing, dan pupuk kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua terdiri dari : Varietas Nanda 88, varietas Hapsari dan varietas Bangkok LP-1. Hasil penelitian terhadap produktivitas tanaman kangkung ini di yakini dapat meningkatkan hasil produktivitasnya, dalam hal tersebut terdapat perolehan terbaik yakni pada pemberian pupuk organik padat kascing dan penggunaan varietas Nanda 88, dalam kedua perlakuan tersebut memperoleh hasil lebih baik dari perlakuan yang lainnya.</p>Moh. Iid WahiduddinChoirul AnamIstiqomah Istiqomah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309118119110.52166/agroteknologi.v9i1.11444Pertumbuhan dan Hasil Berbagai Varietas Kangkung Cabut (Ipomoea reptans Poir) dengan Pemberian Pupuk Organik Padat Kotoran Hewan
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11445
<p>Tanaman kangkung darat atau cabut merupakan jenis hortikultura yang sangat digemari masyarakat dan sebagian besar di tanam petani Indonesia. Namun, permintaan sayuran kangkung yang meningkat tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah produksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya budidaya atau pemeliharaan tanaman kangkung dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi. Peningkatan produktivitas terhadap produksi tanaman kangkung darat organik bisa dilakukan dengan beberapa teknik seperti pemilihan varietas yang unggul dan pemberian pupuk organik padat (POP) kotoran hewan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari berbagai jenis kangkung cabut dan penerapan pupuk organik padat dari kotoran hewan. Analisis ini dengan Metode Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga level. Faktor I : variasi jenis kangkung, yaitu Nanda, Koko, dan Serimpi, sementara faktor II : macam POP kotoran hewan, terdiri dari kontrol (tanpa pupuk), POP kambing, dan POP sapi. Variabel yang analisa mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per hektar, serta panjang akar. Hasil dari pengamatan di Uji dengan Fisher taraf 5 & 1%, jika ada beda nyata diteruskan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian diperoleh varietas Serimpi dan pupuk kotoran kambing memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat sedangkan pada hasil produksi tanaman kangkung darat varietas Koko dan pupuk kotoran sapi memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya.</p>Erly Yanuarti AdityaMariyatul QibtiyahDian Eka Kusumawati
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309119219910.52166/agroteknologi.v9i1.11445Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung secara Organik akibat Pemberian Dosis Pupuk Hayati Cair dan Jenis Pupuk Kotoran Hewan Padat
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11446
<p>Populer di kalangan masyarakat umum, kangkung merupakan sayuran dengan nilai gizi yang lengkap dan nilai ekonomi yang signifikan. Memanfaatkan pupuk organik dan pupuk hayati, yang aman bagi lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil panen kangkung secara berkelanjutan. Diharapkan tanaman kangkung darat akan berkembang sebaik mungkin ketika kedua bentuk pupuk ini dikombinasikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2024. Pendekatan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang memiliki dua faktor dengan tiga level, digunakan dalam penelitian ini. Dosis pupuk hayati cair merupakan faktor pertama, dan jenis pupuk kotoran hewan padat merupakan faktor kedua. Sembilan kombinasi perlakuan dibuat dari dua elemen ini, dan diulang sebanyak tiga kali. Panjang tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar tanaman per petak, dan berat segar per hektar adalah contoh parameter pengamatan. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan pada taraf 5% jika data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan terdapat perbedaan yang signifikan. Pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung lebih baik dengan pupuk kascing dan dosis 30 l/ha pupuk hayati cair dibandingkan dengan perlakuan lainnya.</p>Ediyanto EdiyantoMariyatul QibtiyahIstiqomah Istiqomah
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309120020910.52166/agroteknologi.v9i1.11446Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Kentang (Solanum tuberosum L.) dalam Peningkatan Perekonomian di Kabupaten Mojokerto
https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/11447
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pendapatan, kelayakan finansial, dan kontribusi budidaya kentang (<em>Solanum tuberosum</em> L.) terhadap perekonomian petani di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilakukan di Desa Trawas Kecamatan Trawas dan di Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Lokasi tersebut dipilih secara Purposive (sengaja) berdasarkan alasan karena sektor produksi kentang dengan intensiatas kegiatan usahatani yang cukup tinggi di kabupaten Mojokerto berada di desa tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, dengan data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani responden sebanyak 30 dengan luas lahan sekitar 6 Ha. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata dari budidaya kentang di Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 2.199.154.000 per 8 hektar lahan, atau sekitar Rp 274.894.250 per hektar per musim, dengan total biaya produksi sebesar Rp 104.116.350 per hektar. Pendapatan bersih petani tercatat sebesar Rp 1.366.233.200 per musim, menunjukkan bahwa usaha ini sangat menguntungkan. Komponen biaya terbesar berasal dari tenaga kerja (26,8%), diikuti oleh pengeluaran untuk benih dan pupuk. Selain memberikan manfaat ekonomi, budidaya kentang juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ekonomi pedesaan. Kentang di Mojokerto memiliki potensi untuk menjadi sumber diversifikasi pendapatan dan pendorong ekonomi pedesaan melalui pengembangan industri pengolahan seperti keripik kentang dan stik kentang. Oleh karena itu, budidaya kentang telah terbukti efisien, secara ekonomi layak, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi komunitas pedesaan di Kabupaten Mojokerto.</p>Emmy HamidahLaeli FitriyaM. Adullah FaqihIdum Satia Santi
##submission.copyrightStatement##
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-302025-12-309121021810.52166/agroteknologi.v9i1.11447