Dinamika Daya Saing Ekspor Komoditas Unggulan Perkebunan Indonesia dalam Perspektif Negara-Negara ASEAN: Analisis RCA, RCTA, dan ISP

Authors

  • Akhmad Raja Shaufi Program Studi Diploma Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Hasnur
  • Muhammad Helmy Abdillah Program Studi Diploma Budidaya Tanaman Perkebunan, Politeknik Hasnur
  • Amiratu Zakiah Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Keywords:

daya saing, ASEAN, komoditas perkebunan, keunggulan komparatif, spesialisasi perdagangan

Abstract

Indonesia memimpin beberapa komoditas perkebunan di kawasan ASEAN, namun dinamika keunggulan komparatif dan spesialisasi perdagangannya belum dikaji secara serentak untuk banyak komoditas dalam satu sumber data terstandar. Penelitian ini mengevaluasi daya saing ekspor tujuh komoditas unggulan perkebunan Indonesia (minyak sawit, karet alam, kopi, kakao, lada, cengkeh, dan pala) periode 2010–2023 menggunakan data perdagangan FAOSTAT dan tiga indeks komplementer: Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA), dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dengan posisi tiap komoditas diukur relatif terhadap pasar dunia. Arah dan titik patah tren diuji secara statistik menggunakan uji Mann-Kendall, penduga kemiringan Sen, dan uji Pettitt. Minyak sawit, pala, dan cengkeh menempati keunggulan komparatif tertinggi di ASEAN, kopi dan lada tetap kuat, sedangkan karet alam tidak berdaya saing. RCTA mengungkap anomali impor pada cengkeh dan kakao, sementara berdasarkan ISP kakao dan karet alam bergeser menjadi pengimpor neto. Tidak ada titik patah struktural yang bertepatan dengan integrasi MEA (2015) maupun pandemi COVID-19 (2020), sehingga perubahan daya saing lebih bersifat spesifik per komoditas daripada akibat guncangan regional seragam. Temuan ini menyiratkan perlunya strategi peningkatan daya saing yang dirancang berbasis karakteristik masing-masing komoditas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arsyad, D. S., Nasir, S., Arundhana, A. I., Phan-Thien, K.-Y., Toribio, J.-A., McMahon, P., Guest, D. I., & Walton, M. (2019). A one health exploration of the reasons for low cocoa productivity in West Sulawesi. One Health, 8, 100107.

Balassa, B. (1965). Trade liberalisation and “revealed” comparative advantage 1. The Manchester School, 33(2), 99–123.

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). (2024). FAOSTAT: Trade – Crops and livestock products (TCL) domain. FAO Statistics Division

French, S. (2017). Revealed comparative advantage: What is it good for? Journal of International Economics, 106, 83–103.

Hadi, S. (2023). Export Competitiveness Analysis of Pepper (Piper Nigrum L) Commodity in the International Market. Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi Dan Agribisnis/Jurnal Agrinika.

Hamed, K. H., & Rao, A. R. (1998). A modified Mann-Kendall trend test for autocorrelated data. Journal of Hydrology, 204(1–4), 182–196.

Hinloopen, J., & Van Marrewijk, C. (2001). On the empirical distribution of the Balassa index. Weltwirtschaftliches Archiv, 137(1), 1–35.

Kendall, M. G. (1975). Rank Correlation Methods 4th edition, Charles Griffin, London, Great Britain.

Khatiwada, D., Palmén, C., & Silveira, S. (2021). Evaluating the palm oil demand in Indonesia: production trends, yields, and emerging issues. Biofuels, 12(2), 135–147.

Mann, H. B. (1945). Nonparametric tests against trend. Econometrica: Journal of the Econometric Society, 245–259.

Rai, A., & Faisal, A. (2022). Daya Saing Komoditas Pertanian Unggulan Indonesia: Perbandingan dengan Negara Lain di Asean dan Potensinya. SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 19(1), 72–81.

Ricardo, D. (1821). On the principles of political economy. J. Murray London.

Sen, P. K. (1968). Estimates of the regression coefficient based on Kendall’s tau. Journal of the American Statistical Association, 63(324), 1379–1389.

Suprihanti, A., Sinaga, B. M., Harianto, H., & Kustiari, R. (2018). The impact of clove import policy on clove market and cigarette production in Indonesia. 4th International Conference on Food, Agriculture and Natural Resources (FANRes 2018), 273–278.

Suryana, A. T., Saleh, Y., Dewi, T. G., & Rahayu, H. S. P. (2024). Global competitiveness of coffee products: A comparative study of Indonesia and Vietnam.

Tambunan, T. T. H. (2001). Perekonomian Indonesia (Teori dan temuan empiris).

Tiyastuti, E., Marwanti, S., & Fajarningsih, R. U. (2022). Competitiveness and determinants of Indonesia’s natural rubber exports in main partner countries. Scientific Horizons, 25(12), 80–89.

Tri, D., Suharyono, K., & Mawardi, K. (2016). Daya Saing Komoditas Lada Indonesia Di Pasar Internasional (Studi Tentang Ekspor Lada Indonesia Tahun 2010-2014). Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)| Vol, 40(2).

Usman, M., & Baihaqi, A. (2021). Analysis of Export Competitiveness of Natural Rubber from Indonesia and Thailand in the International Market. Economit Journal: Scientific Journal of Accountancy, Management and Finance, 1(4), 220–230.

Vollrath, T. L. (1991). A theoretical evaluation of alternative trade intensity measures of revealed comparative advantage. Weltwirtschaftliches Archiv, 127(2), 265–280.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Shaufi, A. R., Abdillah, M. H., & Zakiah, A. (2026). Dinamika Daya Saing Ekspor Komoditas Unggulan Perkebunan Indonesia dalam Perspektif Negara-Negara ASEAN: Analisis RCA, RCTA, dan ISP. AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian, 9(2), 276–291. Retrieved from https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/13297