Studi Konsorsium Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dalam menekan penyakit antraknosa oleh Colletotrichum truncatum pada tanaman Kedelai (Glycine max)

Authors

  • Ahmad Agym Krida Purnama Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember
  • Trisnani Alif Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember
  • Iqbal Erdiansyah Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember
  • Mahindra Dewi Nur Aisyah Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember
  • Tirto Wahyu Widodo Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Jurusan Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember

Keywords:

kedelai, agen hayati, daya hambat, bakteri, jamur

Abstract

Colletotrichum truncatum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai yang dapat menurunkan kualitas dan hasil produksi. Pengendalian penyakit umumnya dilakukan menggunakan fungisida kimia, namun penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan yaitu pemanfaatan agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sinergi Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis dalam menghambat pertumbuhan C. truncatum secara in vitro dan efektivitasnya dalam menekan perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman kedelai di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium P. fluorescens dan B. subtilis menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan C. truncatum in vitro. Perlakuan konsorsium bakteri P. fluorescens dan B. subtilis  konsentrasi 10⁸ cfu/mL pada 72 jam menghasilkan penghambatan sebesar 44,9%. Namun demikian, pada kondisi lapangan, perlakuan konsorsium bakteri belum mampu menekan insidensi dan intensitas penyakit antraknosa secara optimal dibandingkan dengan fungisida sintetik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustina, N., A. Purnawati., E. T. Prasetyawati., dan S. R. Lestari. (2024). Efikasi Konsorsium Bacillus spp. Dan Pseudomonas fluorescens Terhadap Layu Fusarium Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal Agrotek Tropika. 12(3), Hal. 578-583.

Akbar, F. I. K., dan M. Syarief. (2020). Aplikasi Trichoderma sp. Terhadap Penyakit Karat Daun (Phakopsora pachyrizi) Tanaman Kedelai Edamame. Journal of Applied Agricultural Sciences. 4(1), Hal. 64-70. DOI:10.25047/agriprima.v4i1.324.

Anokhe, A. dan Yadav, A.L. (2025). Anthracnose of Soybean: Current Status and Management Strategies. Journal of Plant Pathology Research 8(1): 15–28.

Bharathi, R., Vivekananthan, R., Harish, S., Ramanathan, A. and Samiyappan, R. (2022). Rhizobacterial-based bioformulations for the management of plant diseases: current approaches and future perspectives. Biological Control 170: 104928.

Boufleur, T.R., Ciampi-Guillardi, M., Rogério, F., Thon, M.R. and Massola, N.S. (2021). Soybean anthracnose caused by Colletotrichum truncatum: taxonomy, biology, and management. Tropical Plant Pathology 46: 1–13.

Cholis, F. R., I. S. Budi., dan M. Mariana. (2021). Uji Cara Aplikasi PGPR dalam Menekan Kejadian Penyakit Antraknosa pada Tanaman Cabai Hiyung di Lahan Rawa. Jurnal Proteksi Tanaman Tropika. 4(3), Hal. 366-371.

Dinata, G. F., L. Q. Aini., dan A. L. Abadi. (2021). Sinergi Beberapa Bakteri yang Diisolasi dari Keanekaragaman Hayati UB Serasah Kopi Hutan secara In Vitro. Prosiding NST Konferensi Bioinformatika dan Keanekaragaman Hayati. 1, Hal. 25-30. doi: 10.11594/ nstp.2021.0704.

Ghosh, R., Barman, S., Mukherjee, A. and Mandal, N.C. (2023). Plant growth-promoting rhizobacteria mediated disease suppression and induced resistance in crop plants. Frontiers in Microbiology 14: 1187432.

Guzmán-Guzmán, P., Porras-Troncoso, M.D., Olmedo-Monfil, V. and Herrera-Estrella, A. (2023). Biological control and plant growth promotion by Pseudomonas fluorescens and related species. Frontiers in Microbiology 14: 1184562.

Mahartha, K. A., D. N. Supratpa, dan G. N. A. S. Wirya. (2017). Potensi Rizobakteri yang Diisolasi dari Rizosfer Tanaman Leguminosae untuk Mengendalikan Jamur Sclerotium rolfsii Penyebab Penyakit Rebah Kecambah pada Tanaman Kedelai. Jurnal Agriculture Science and Biotechnology. 6(1), Hal. 1-8.

Prihatiningsih, N., H. A. Djatmiko dan Erminawati. (2020). Komponen epidemi penyakit antraknosa pada tanaman cabai di kecamatan baturaden kabupaten Banyumas. Jurnal Agro. 7(2), Hal. 203-212. https://doi.org/10.15575/8000.

Rahayu WP, Nurwitri CC. Mikrobiologi Pangan. IPB Press; 2019.

Ramdan, E. P., I. M. Arti., dan R. Risnawati. (2019). Identifikasi Dan Uji Virulensi Penyakit Antraknosa Pada Pascapanen Buah Cabai. Jurnal Pertanian Presisi. 3(1), Hal. 67-77. https://doi.org/10.35760/jpp.2019.v3i1.1976.

Sagala, Y.N.I., Prasetyawati, E.T. and Wuryandari, Y., (2024). Potency of the Consortium of Pseudomonad fluorescent pf-142 and Bacillus mycoides Isolates Against Bacterial Wilt Disease In-Vitro. Jurnal Proteksi Tanaman (Journal of Plant Protection). 8(2), Hal. 78-87.

Sandiase, I. K., Widiyanti, N. L. P. M., & Warpala, I. W. S. (2023). Variations of concentration of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) from soaking bamboo roots inhibits the growth of Fusarium oxysporum in vitro. Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 8(2), 120-130. https://doi.org/10.24002/biota.v8i2.6075⁠

Santamaria, G., Liao, C., Lindberg, C., Chen, Y., Wang, Z., Rhee, K., Pinto, F.R., Yan, J. and Xavier, J.B., (2022). Evolution and regulation of microbial secondary metabolism. Journal elife. 11, Hal. 76-119.

Shafi, J., Tian, H. and Ji, M. (2017). Bacillus species as versatile weapons for plant pathogens: a review. Biotechnology & Biotechnological Equipment 31(3): 446–459.

Sharma, P., Kumar, V., Gupta, R.K. and Singh, R. (2021). Mancozeb: a broad-spectrum fungicide and its role in plant disease management. Journal of Plant Disease Sciences 16(2): 145–152.

Sila, S., dan S. Sopialena. 2016. Efektifitas Beberapa Fungisida Terhadap Perkembangan Penyakit Dan Produksi Tanaman Cabai (Capsicum frutescens). Jurnal Agrifor. 15(1), Hal. 117-130.

Silva, D. D., P.W. Crous., P. K. Ades., K. D. Hyde., dan P. W. J. Taylor. (2017). Life styles of Colletotrichum species and implications for plant biosecurity. Fungal Biology Reviews. 31(3), hal. 155–168. DOI: https://doi.org/10.1016/j.fbr.2017.05.001.

Zhang, N., Zhu, X., Tao, X., Li, J., Tang, Q., Liu, X., Luo, L.M., Zhang, P., Zhang, L.Q., He, Y.X. and Ge, H., (2025). Interspecies signaling modulates the biosynthesis of antimicrobial secondary metabolites related to biological control activities of Pseudomonas fluorescens 2P24. Journal Microbiology Spectrum. 13(3), pp.e01886-24.

Downloads

Published

2026-07-02

How to Cite

Purnama, A. A. K., Alif, T., Erdiansyah, I., Aisyah, M. D. N., & Widodo, T. W. (2026). Studi Konsorsium Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dalam menekan penyakit antraknosa oleh Colletotrichum truncatum pada tanaman Kedelai (Glycine max). AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian, 9(2), 241–250. Retrieved from https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/agro/article/view/13154