Efektivitas Ekstrak Kasar Biji Pinang (Areca catechu L.) terhadap Mortalitas Keong Mas (Pomacea canaliculata L.) Pada Tanaman Padi
Keywords:
Keong mas, Areca catechu, pestisida nabati, mortalitas, padiAbstract
Keong mas (Pomacea canaliculata L.) merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang dapat menyebabkan kerusakan serius, terutama pada fase awal pertumbuhan. Pengendalian yang umum dilakukan masih banyak mengandalkan moluskisida sintetis yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan organisme non-target. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan pestisida nabati berbahan dasar biji pinang (Areca catechu L.). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis ekstrak kasar biji pinang yang efektif terhadap mortalitas keong mas pada tanaman padi dalam polibag. Penelitian dilaksanakan di Bireuen, Aceh, pada bulan April 2023 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tunggal dengan sembilan taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji terdiri atas dosis ekstrak kasar biji pinang, yaitu 0; 0,5; 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 3,0; 3,5; dan 4,0 g/polibag. Variabel yang diamati meliputi tingkat toksisitas, mortalitas keong mas, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah malai, dan bobot gabah. Data dianalisis menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kasar biji pinang berpengaruh sangat nyata terhadap toksisitas dan mortalitas keong mas. Perlakuan 4 g/polibag menghasilkan tingkat toksisitas dan mortalitas tertinggi, yaitu masing-masing sebesar 100% dalam waktu 10 jam setelah aplikasi. Pemberian ekstrak kasar biji pinang tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah malai, dan bobot gabah, tetapi berpengaruh terhadap jumlah anakan pada umur 60 HST. Penelitian ini mengindikasikan bahwa ekstrak kasar biji pinang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai moluskisida nabati terhadap keong mas. Pengujian lebih lanjut pada skala lapangan masih diperlukan
Downloads
References
Ain, Q., Mushtaq, W., Shadab, M., Siddiqui, M. B., dan Hakeem, K. R. (2023). Allelopathy: An alternative tool for sustainable agriculture. Physiologia Plantarum. 175(2), e13885. https://doi.org/10.1111/ppl.13885.
Ilmi, N. (2017). Uji toksisitas ekstrak biji pinang dan ekstrak akar tuba terhadap hama keong mas (Pomacea canaliculata) pada tanaman padi. Jurnal Agrisistem, 13(2) 174-180.
Cheng, Y., Zhang, X., Liu, H., Wang, L., & Chen, J. (2024). Allelochemicals: A source for developing economically and environmentally friendly plant growth regulators. Biochemical and Biophysical Research Communications, 697, 149–155. https://doi.org/10.1016/j.bbrc.2023.12.052
Guan, S., Takahashi, K., Watanabe, S., & Tanaka, K. (2024). Unmanned aerial vehicle-based techniques for monitoring and prevention of invasive apple snails (Pomacea canaliculata) in rice paddy fields. Agriculture, 14(2), 299. https://doi.org/10.3390/agriculture14020299He, D., Li, C., Su, Q., Lin, Y., & Zou, Z. (2024). Screening the efficacy and safety of molluscicides from three leaf extracts of Chimonanthus against the invasive apple snail, Pomacea canaliculata. Molecules, 29(11), 2487. https://doi.org/10.3390/molecules29112487
Hwang, J. H., Kim, S.-H., Yoon, S., Jung, S., Kim, D. H., & Lee, W.-H. (2022). Evaluation of spatial distribution of three major Leptocorisa (Hemiptera: Alydidae) pests using MaxEnt model. Insects, 13(8), 750. https://doi.org/10.3390/insects13080750Ma’wa, N., dan Hoesain, M. (2020). Pengaruh konsentrasi ekstrak daun mimba dan biji pinang terhadap mortalitas keong mas (Pomacea canaliculata L.). Jurnal Proteksi Tanaman Tropis, 1(1), 9. https://doi.org/10.19184/jptt.v1i1.15580
Matsukura, K., Wada, T., Yoshida, K., & Ito, K. (2024). Comparison of development, overwintering rates, and feeding efficiency on rice seedlings of Pomacea snails. Hydrobiologia. https://doi.org/10.1007/s10750-023-05326-z
Quiñones, C. A., & Angeles, I., Jr. (2025). Molluscicidal and piscicidal effects of madre-de-cacao extracts against golden apple snail (Pomacea canaliculata) and rice eel (Monopterus albus). Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 29(6), 2861–2868. https://doi.org/10.21608/ejabf.2025.389140.5935
Singh, A. A., Singh, S., & Tripathi, P. (2021). Synthesis and extraction routes of allelochemicals from plants and their effects on plant growth. Journal of Plant Growth Regulation, 40(3), 1045–1060. https://doi.org/10.1007/s00344-020-10168-5
Sun, Y., Feng, J., Hou, W., Qi, H., & Liu, Y. (2024). Comprehensive insights into areca nut: Active components and omics technologies for bioactivity evaluation and quality control. Frontiers in Pharmacology, 15, 1407212. https://doi.org/10.3389/fphar.2024.1407212Takai, T. (2024). Potential of rice tillering for sustainable food production. Journal of Experimental Botany, 75(3), 708–720. https://doi.org/10.1093/jxb/erad422
Viña, J. M. P., Tuayon, N. M. O., & Herrera, A. S. (2024). Molluscicidal activity of Melothria pendula leaf extract against Pomacea canaliculata. Egyptian Journal of Aquatic Biology and Fisheries, 28(3), 1327–1336.
Winasa, I. W., Sudiarta, I. P., dan Wirya, G. N. A. S. (2024). Kelimpahan populasi walang sangit (Leptocorisa oratorius) dan kerusakannya pada tanaman padi. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 13(2), 123–131.
Yang, C., Wang, Y., Ma, Y., Liu, J., Zhou, Y., Yan, X., Zhang, M., Qiu, X., Luo, L., Gong, G., dan Chen, H. (2022). Research on the molluscicidal activity and molecular mechanisms of arecoline against Pomacea canaliculata. Ecotoxicology and Environmental Safety, 246, 114198. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2022.114198
Yuan, R., Mao, Y., Zhang, D., Wang, S., Zhang, H., Wu, M., Ye, M., & Zhang, Z. (2024). The formation of rice tillers and factors influencing it. Agronomy, 14(12), 2904. https://doi.org/10.3390/agronomy14122904
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



