RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP LEGENDA GENTONG EMAS KAJIAN SASTRA LISAN DAN NILAI BUDAYA
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur naratif, nilai budaya, dan resepsi masyarakat terhadap legenda Gentong Emas. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, perekaman, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif legenda ini terdiri dari lima episode yang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan keburukan, dengan tokoh protagonis Ki Sapu Jagat dan tokoh antagonis Ki Joko Tuo.
Selain itu, legenda ini mengandung tiga nilai budaya utama, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan sesama, dan hubungan manusia dengan alam. Kepercayaan terhadap air gentong sebagai sumber berkah mencerminkan nilai spiritual, sedangkan tradisi berbagi air menunjukkan nilai gotong royong dalam masyarakat. Mitos ini juga menjadi bagian dari identitas budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Resepsi masyarakat terhadap legenda ini sangat positif. Selain mempercayai keberkahan air gentong, mereka juga menjadikannya sebagai bagian dari tradisi yang harus dijaga dan dilestarikan. Keberadaan legenda ini tidak hanya berfungsi sebagai cerita rakyat, tetapi juga sebagai pedoman moral dan sosial bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, pelestarian legenda Gentong Emas menjadi penting agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


