INTERFERENSI BAHASA JAWA TERHADAP BAHASA INDONESIA PADA KOMUNIKASI LISAN SISWA KELAS 2 SDN 2 BALONGWANGI KECAMATAN TIKUNG KABUPATEN LAMONGAN
Abstract
Bahasa Indonesia wajib digunakan sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan nasional sebagaimana yang diatur dalam UU No. 24 Tahun 2009 Pasal 29 ayat 1. Namun kondisi aktual yang terjadi di SDN 2 Balongwangi Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan adalah siswa lebih dominan menggunakan bahasa Jawa. Hal tersebut menyebabkan peluang untuk terjadinya interferensi bahasa Indonesia. Interferensi bahasa adalah masuknya unsur-unsur bahasa lain pada penggunaan suatu bahasa tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat interferensi bahasa Jawa (bahasa ibu) terhadap penggunaan bahasa Indonesia dan bentuk interferensi dalam struktur kalimat bahasa Indonesia pada komunikasi lisan siswa kelas 2 SDN 2 Balongwangi Lamongan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian linguistik menggunakan metode kualitatif dan menggunakan metode pengumpulan data teknik simak bebas libat cakap (SBLC). Hasil penelitian ini adalah: (1) Rata-rata tingkat interferensi bahasa Jawa pada penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi lisan siswa kelas 2 SDN 2 Balongwangi Lamongan adalah sebesar 22,91%.(2) Kebanyakan interferensi yang terjadi bersifat subtitusional atau ketika subjek penelitian hanya memakai kata bahasa Jawa untuk menggantikan kata bahasa Indonesia.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


