KAJIAN STILISTIKA DALAM KUMPULAN PUISI “KEKASIHKU” KARYA JOKO PINURBO
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh minat untuk memahami keunikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi "Kekasihku" karya Joko Pinurbo, seorang penyair Indonesia yang dikenal dengan permainan bahasa dan citraan yang khas. Stilistika, sebagai pendekatan analisis bahasa dalam karya sastra, dipilih untuk menggali lebih dalam bagaimana Joko Pinurbo menggunakan unsur-unsur stilistik seperti diksi, majas, dan struktur kalimat untuk menyampaikan makna dan emosi dalam puisinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana elemen-elemen tersebut berkontribusi terhadap karakteristik dan daya tarik estetis dalam karya tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrpsikan gaya bahasa repetisi yang menciptakan efek pesan tertentu, serta untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa repetisi yang mempengaruhi makna dan ekspresi dalam puisi “kekasihku” kaya Joko Pinurbo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik analisi penelitian yang digunakan yaitu analisis isi wacana berupa stilistika sastra pada kumpulan puisi dengan teknik catat.
Hasil penelitian ini ialah pertama, Gaya Bahasa Repetisi yang Menciptakan Efek Pesan Tertentu dalam penelitian ini berupa beberapa aspek penggunaan gaya bahasa, seperti repetisi anafora, repetisi epifora. repetisi pararima, repetisi epizeuksis, dan repetisi tautotes. Rincian data dari masing-maing temuan adalah sebagai berikut: repetisi anafora sejumlah 4 data, repetisi epifora sejumlah 3 data, repetisi pararima sejumlah 2 data, repetisi epizeukis sejumlah 3 data, dan repetisi tautotes sejumlah 3 data. Total dri 5 repetisi sejumlah 15 data.
Kedua, Berdasarkan penelitian terhadap penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Kekasihku karya Joko Pinurbo dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa yang ditemukan adalah gaya bahasa perumpamaan, gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa sinisme, dan gaya bahasa anafora. Gaya bahasa perumpamaan ditemukan pada puisi berjudul Pacar Senja, Malam Pertama, Koran Pagi, Sedekah, dan Kekasihku. Gaya bahasa metafora terdapat pada puisi yang berjudul Dua Orang Peronda dan Kekasihku. Gaya bahasa personifikasi terdapat pada puisi Dua Orang Peronda dan Perjamuan Petang. Gaya bahasa sinisme terdapat pada puisi berjudul Dua Orang Peronda. Dan gaya bahasa anafora terdapat pada puisi berjudul Rumah Sakit.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


