GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU SEWU KUTO KARYA DIDI KEMPOT (KAJIAN STILISTIKA)
Abstract
Diksi, Gaya bahasa, dan makna dalam suatu karya sastra mempunyai fungsi penting karena menentukan baik buruknya bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, seorang pengarang harus dapat menggunakan bahasa yang menarik dalam mengekspresikan gagasannya. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini yaitu bagaimana diksi, bagaimana gaya bahasa hiperbola, litotes, dan metafora serta bagaimana makna leksikal yang terdapat di dalam lirik lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan, menganalisis, serta menemukan diksi, gaya bahasa dan makna leksikal yang di kaji dengan kajian stalistika yang terdapat dalam lirik lagu “sewu kuto” karya Didik Kempot. Data penelitian ini penulis ambil dari lirik lagu “sewu kuto” yang berjumlah 17 lirik atau baris. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulkan data yang digunakan yaitu dokumentasi dan hermeneutik (baca, catat, dan simpulkan. Berdasarkan hasil analisis data yang ada pada lirik lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot, merupakan penyampaian tentang kehidupan yang dialaminya selama pencarian kekasihnya yang tidak kunjung ketemu yang menimbulkan rasa rindu ingin melupakan tapi merasa masi cinta. Penulis merasa lelah dan rindu yang sangat mendalam karena tidak kunjung menemukan kekasinya. Setelah itu, penulis berumpama bila kaya penulis rela tetapi berharap bisa bertemu untuk sekedar mengobati rasa rindunya meskipun hanya sebentar saja.Sedangkan berdasarkan hasil analisis yang telah penulis lakukan tentang gaya bahasa pada lirik lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot, maka dapat penulis simpulkan terdapat 3 gaya bahasa dalam teks lirik lagu“sewu kuto” karya Didi Kempot. Gaya bahasa yang terdapat 17 lirik pada lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot, lagu yang terdiri dari gaya bahasa hiperbola 3 lirik, gaya bahasa litotes 9 lirik, gaya bahasa metafora 5 lirik. Pada lirik lagu lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot gaya bahasa yang paling dominan yaitu litotes suatu ungkapan yang merendahkan diri untuk mencari seseorang agar bisa bertemu, dan yang paling sedikit yaitu hiperbola suatu peernyataan di awal yang berlebihan. Begitu pula pada pembahasan makna leksikal dalam lirik lagu “sewu kuto” karya Didi Kempot adalah makna yang banyak ditemukan adalah Repitisi yang ditandai kata “sewu”, “lilo”, “aku” dan “mu” dan beberapa lirik yang mengalami pengulangan, Lalu pada sinonimi (padan kata) pada lirik lagu “sewu kuto” data tersebut terdapat pada bait atau baris ke 2, 7, 9, 10, , 12, 15, 17, serta pada antonimi (lawan kata) saya memutuskan bahwa pada lirik lagu “sewu kuto” tidak ada.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


