Media Sosial Tiktok dan Perkembangan Bahasa Komunikasi pada Siswa Sekolah Dasar: Kajian Psiko-Sosiolinguistik
Abstract
Penelitian ini menganalisis perubahan bahasa komunikasi siswa SD akibat penggunaan TikTok, mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Katemas selama tiga bulan, dari Desember 2024 hingga Januari 2025 dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa di SDN 1 Katemas cenderung menggunakan bahasa gaul, bahasa tidak baku, kata/istilah populer dari TikTok, serta mencampur bahasa Indonesia dengan asing, terutama dalam komunikasi informal. Faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa siswa meliputi kosakata populer di TikTok, gaya komunikasi kreator, tren viral, penggunaan teks, emoji, dan simbol serta interaksi antar pengguna di TikTok. Dampak positif dari penggunaan TikTok meliputi peningkatan kreativitas berbahasa, pengenalan istilah asing, dan peningkatkan kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Namun di sisi lain, terdapat dampak negatif seperti penurunan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, kesulitan dalam menulis dan berbicara secara resmi, serta peningkatan risiko penyalahgunaan bahasa dan kesalahpahaman makna kata. Oleh karena itu, diperlukan bimbingan dari orang tua dan guru agar siswa dapat memanfaatkan TikTok secara bijak tanpa mengabaikan penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah yang berlaku.
Downloads

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


