SIGNIFIKASI SHALAT BERJAMAAH TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH AN-NAFIAH BANJARAN BAURENO BOJONEGORO

  • Yusup Karjanto Karjanto

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya  untuk  mengetahui  hasil  dan  kegiatan shalat berjamaah terhadap tingkat kedisiplinan siswa pada Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjaran Baureno Bojonegoro. Pertanyaan utama yang ingin dijawab melalui penelitian ini adalah : 1) Bagaimanakah Pelaksanaaan Shalat Berjama’ah Siswa Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjaran Baureno Bojonegoro ?. 2) Bagaimanakah Tingkat Kedisiplin Siswa Madrasah Aliyah Banjaran Baureno Bojonegoro ?. 3) Bagaimanakah Signifikasi Shalat Berjama’ah terhadap Peningkatan kedisiplinan siswa Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjaran Baureno Bojonegoro ?.

Permasalahan tersebut dibahas melalui studi lapangan yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjaran Baureno Bojonegoro. Madarasah tersebut dijadikan sumber data untuk mendapatkan gambaran mengenai pembiasaan sholat berjamaah dan kedisiplinan dalam belajar siswa di Madrasah. Data diperoleh melalui angket, wawancara dan dokumentasi. Semua data dianalisis menggunakan analisis kulitatif. Kajian ini menunjukkan bahwa (1) pembiasaan sholat berjamaah di Madrasah Aliyah An-Nafiah masih sangat rendah dikarenakan prosentase 10% dibanding jumlah siswa kelas XI 35 anak di tahun pelajaran 2015/2016; (2) kedisiplinan dalam belajar siswa Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjaran Baureno Bojonegoro khususnya kelas XI di tahun pelajaran 2015/2016 juga sangat rendah dimana dapat dilihat dari tingkat kehadiran pada jam pertama Bimbingan Membaca Al-Quran (BBQ) pada jam 06.30 - 07.00 masih rendah dibanding jumlah keseluruhan siswa; (3) hubungan pembiasaan jamaah sholat  terhadap  kedisiplinan dalam belajar siswa Madrasah Aliyah An-Nafiah Banjran Baureno Bojonegoro khususnya kelas XI di tahun pelajaran 2015/2016 juga terdapat signifikasi artinya rendahnya pembiasaan shalat berjamaah berpengaruh terhadap tingkat kedisiplinan  siswa.

Hal ini merupakan gambaran untuk lembaga dalam meningkatkan berbagai upaya dalam meningkatkan kedisiplinan siswa dalam belajar dan juga melakukan upaya dalam meninghkatkan kebiasaan shalat berjamaah melalui upaya upaya sebagai berikut: 1) Hendaknya orang tua harus selalu  mengawasi kepada putra-putrinya didalam beribadah terutama shalat, paling tidak harus di beri waktu antara ibadah dengan bermain sebab pengaruh bermain dengan lingkungan yang tidak baik akan sangat luar  biasa dampaknya terhadap perkembangan moral anak-anak. Disamping itu pergaulan yang tidak baik dan salah juga dapat menyebabkan belajar anak-anak terganggu termasuk belajar mengaji dan aktivitas ibadah terutama shalatnya. 2) Hendaknya orang tua  harus  bekerja  sama  dengan  para  pendidik  untuk mengarahkan kegiatan ibadah anak-anaknya supaya tidak ikut larut dalam pergaulan yang salah sehingga malas untuk  beribadah. Selain itu juga dapat  membuat  degradasi moral generasi muda  yang  sebenarnya  dapat diantisipasi dengan membuat filter-filter budaya lokal yang masih santun untuk mengimbangi masuknya budaya asing yang masuk. 3) Pemerintah  harus  bersifat  arif  dan  bijaksana  dalam  mensikapi perkembangan globalisasi yang dampaknya sangat besar dan menyeluruh. Oleh   karena   itu   pemerintah   harus   membuat   undang-undang   yang membatasi dampak perkembangan arus globalisasi tersebut demi berlangsungnya pemerintahan yang aman dan sejahtera serta terbentuknya generasi baru yang siap untuk meneruskan perjuangan tampuk pimpinan bangsa dan negara.

             Kata kunci : Sholat Jamaah,Disiplin,Siswa

Published
2018-02-14
How to Cite
Karjanto, Y. K. (2018). SIGNIFIKASI SHALAT BERJAMAAH TERHADAP KEDISIPLINAN SISWA DI MADRASAH ALIYAH AN-NAFIAH BANJARAN BAURENO BOJONEGORO. EDU-RELIGIA : Jurnal Keagamaan Dan Pembelajarannya, 1(1), 36-48. Retrieved from http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/edureg/article/view/245
Section
Articles